GuidePedia

0


Jakarta (16/8) - Kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendadak bernuansa Sunda. Denting Degung mengalun sejak habis Isya. Nampak banyak pengurus memakai Parekos, semacam topi khas Sunda. Yup, yang sebenarnya terjadi adalah PKS malam ini, Rabu (16/8) punya hajatan Pagelaran Wayang Golek.
Memang gelaran wayang golek ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun RI ke-72. "Temanya juga terkait nilai kemerdekaan, yaitu Ngamumule Jiwa Pahlawan yang kurang lebih maknanya menghidupkan kembali jiwa pahlawan," ujar sohibul hajat alias penanggungjawab acara Mohamad Ridwan, yang tak lain adalah Ketua Bidang Seni dan Budaya DPP PKS.
Menurut Ridwan, PKS menaruh perhatian pada seni dan budaya bangsa, oleh karenanya secara bergiliran kesenian khas dari berbagai daerah akan ditampilkan baik di level daerah maupun nasional. "PKS sudah sering menggelar pertunjukan wayang kulit, kemudian milad PKS tahun ini bernuansa budaya melayu, hari ini giliran budaya Sunda berupa wayang golek," tutur Ridwan yang juga seorang pelaku seni Betawi.
Humas DPP PKS Dedi Supriadi menambahkan, acara pagelaran wayang golek ini menghadirkan dalang Ki Rahmat dan dibuka oleh Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman. Dengan orkestra degung sunda yang lengkap, pagelaran wayang golek ini menjadi salah satu rangkaian acara PKS dalam memperingati HUT RI ke-72. "Setelah sukses dengan acara Ngaji Budaya, setelah ini masih akan ada upacara peringatan detik-detik Proklamasi, donor darah, silaturahim dengan veteran, final lomba baca teks Proklamasi mirip Ir. Soekarno dan juga launching PKS Muda," pungkas Dedi.

Post a Comment

 
Top