GuidePedia

0

Lampung (8/9) -- Ketua Umum Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Lampung Ade Utami Ibnu mengajak para pemimpin dunia turun mendesak Myanmar untuk menghentikan kekejaman terhadap Rohingya.
Pria yang juga menjabat Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung ini melihat baru Presiden Chechnya, Ramzan Akhmadovich Kadyrov, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, serta Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang bereaksi memperhatikan krisis kemanusiaan yang terjadi kepada Etnis Rohingya di Rakhine, Myanmar.
Perhatian kepala-kepala negara dan para pemimpin dunia atas tragedi kemanusiaan terhadap etnis Rohingya di Myanmar dengan memaksa militer Myanmar menghentikan segala kekerasan dan kekejian atas nama apapun, tentu sangat diharapkan semua pihak.
“Saya, Ade Utami Ibnu mengajak kepada para pemimpin dunia, hentikan kekejaman kepada Etnis Rohingya,” tegas Ade pada orasinya dihadapan sepuluh ribuan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Penyelamat Muslim Rohingya, Jumat (8/9).
Selanjutnya, Ade mengharapkan agar Militer Myanmar menghentikan kekejaman mereka mencabut nyawa ratusan etnis Rohingya yang tak berdosa dengan dalih apapun.
“Apakah dengan seribu macam pembenaran engkau halalkan, engka bolehkan membantai manusia-manusia tak berdosa, silahkan engkau punya seribu macam pembenaran. Tetapi nurani kami mengatakan bahwa seribu pembenaran itu tidak ada artinya dibandingkan dengan satu nyawa saja yang tercabut oleh kekejaman kalian,” teriak Ade, kemudian disambut dengan pekik takbir massa aksi.
Sementara itu, sepuluh ribuan massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Nasional Penyelamat Muslim Rohingya begitu rapi dan tertib berjalan dari Masjid Takwa Jalan Kota Raja sampai titik akhir di Tugu Adipura, Bandar Lampung.
Selain BKPRMI, tampak bersemangat berbagai elemen menyuarakan keprihatinan sekaligus kecamannya atas tragedi kemanusiaan di Myanmar. Diantaranya HMI Bandar Lampung, IMM Lampung, KAMMI Lampung, Dewan Dakwah Islam Indonesia, Hidayatullah Lampung dan beberapa elemen lain.
Di akhir aksi, ditutup dengan doa oleh Ustadz Aidi Afrian atau yang biasa disebut Ustadz Edison dan donasi yang terkumpul mencapai lima puluh juta rupiah lebih, berasal dari massa aksi.

Post a Comment

 
Top