GuidePedia

0


Jakarta (5/9) -- Direktur Crisis Center for Rohingya (CC4R) DPP PKS Sukamta menilai akses kemanusiaan terhadap etnis Rohingnya di Myanmar harus segera dibuka. Sukamta mengapresiasi kunjungan Menlu RI Retno B Marsudi ang membuka kesepakatan akses bantuan dari Indonesia dan ASEAN. Namun, papar anggota Komisi I DPR RI ini, yang jauh lebih mendesak adalah kepastian kapan akses bantuan bisa dibuka.
"Saya mendorong supaya ada timeline, kapan akses kemanusiaan itu mulai bisa dibuka. Jangan hanya kesepakatan tapi diulur waktu. Karena peristiwa yang terjadi di lapangan itu harian, jam bahkan tiap menit ribuan jiwa yang terancam nyawanya," papar Sukamta dalam dialog terkait Rohingya di Berita Satu TV, Selasa (5/9/2017) malam.
CC4R DPP PKS, ujarnya, mendorong supaya aksi kekerasan segera dihentikan. Menurut Sukamta, semua persoalan terkait Rohingya mesti diselesaikan di meja perundingan. "Jangan sampai menghasilkan atau ada korban manusia sedikit pun, ini yang harus segera selesai," tegas dia.
Ia menjelaskan, sudah lebih dari 30 ribu orang yang terjebak di bukit-bukit perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh. Mereka terkepung oleh tentara dalam kondisi ketakutan dan tidak menentu nasibnya. Menurut laporan ada yang terbunuh dan melarikan diri dalam ketakutan. "Kalau situasi ini dibiarkan berlarut-larut korban akan berjatuhan. Oleh karena itu timeline sangat penting," katanya kembali menegaskan.

Post a Comment

 
Top