GuidePedia

0

Kepri (7/9) - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tanjungpinang, Alfin menuturkan bahwa aksi bela Muslim Rohingya yang digelar pada Rabu (6/9/2017) kemarin, adalah tuntutan Konstitusional warga Indonesia kepada pemerintah Myanmar. Hal ini disampaikan pada selasa (5/9/2017) di Markas Dakwah PKS Tanjungpinang, Komplek Bintan Center.
"Apa yang terjadi di Rohingnya merupakan tindakan biadab di luar batas pri-kemanusiaan, Sebagai negara yang menjunjung tinggi pri-kemanusiaan, tindakan kita membela Muslim Rohingnya merupakan tuntutan konstitusional, karena ia di tegaskan dalam Pemukaan UUD 1945 alenia pertama dan Pancasila, Sila ke dua: Kemanusiaan yang adil dan beradab," tegasnya.
Oleh karenanya, ia menyerukan kepada pemerintah untuk segera melakukan tekanan diplomatik kepada Myanmar. Serta mendesak Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar menjatuhkan sanksi kepada pemerintah Myanmar.
Sebagaimana kita ketahui, saat ini ribuan Muslim Rohingya dibantai oleh Penguasa Rezim Aun San Syuk Kyi. Pembantaian yang dilakukan secara masif dan tanpa pandang bulu tersebut telah menyebabkan gelombang pengungsian yang sangat besar. Alfi berharap, pemerintah Indonesia segera melakukan upaya penyelamatan kepada Muslim Rohingya.

"Pembukaan satu kawasan untuk pengungsi Rohingnya merupakan tindakan bijak, sebagaimana yang pernah kita lakukan dahulu dengan menyediakan Pulau Galang, Provinsi Kepri bagi Pengungsi Vietnam, hal ini bisa kita ulangi untuk pengungsi Rohingnya," tambahnya.

Post a Comment

 
Top