GuidePedia

0


Semarang (8/9) - Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) Jawa Tengah mengumpulkan gaji bulan Agustus untuk membantu konflik Rohingya di Myanmar. Ketua F-PKS DPRD Jateng Muhammad Rodhi, dalam keterangannya Kamis (7/9/2017) di Kota Semarang mengatakan bahwa dana yang terkumpul nantinya akan dikirim secepatnya melalui saluran resmi di Crysis Center Rohingya Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS.
“Sebagian gaji 10 anggota F-PKS kita sisihkan, untuk kemudian disalurkan melalui crysis center DPP PKS, selanjutnya melalui saluran resmi UNHCR disalurkan ke Myanmar, dan semua anggota wajib mengumpulkan gajinya untuk membantu saudara-saudara kita di Rohingya,” katanya.
Rodhi mengatakan bahwa konflik Rohingya harus menjadi tanggung jawab Pemerintah Myanmar. Ia meminta ada tindakan nyata penyelesaian krisis kemanusiaan dengan segera. Sebab, sanksi dunia melalui PBB akan menghantui Myanmar. Dia juga menambahkan, konflik itu juga tidak ada urusannya dengan masalah agama, tetapi kekerasan kemanusiaan.
"Apa pun latar belakangnya, apa pun atau siapa pun yang melakukannya, kalau sudah soal kemanusiaan, kita harus atasi dengan seluruh kemampuan kita," ujar anggota Komisi D DPRD Jateng ini.
Sebelumnya diberitakan, lebih dari 2.600 rumah dibakar habis di wilayah Rakhine, Myanmar, yang banyak ditinggali etnis minoritas muslim Rohingya. Militer Myanmar menyalahkan militan lokal Rohingya atas pembakaran itu, namun organisasi HAM internasional menuding militer Myanmar yang bertanggung jawab.
Sejauh ini, badan pengungsi PBB UNHCR melaporkan, sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, demi menghindari konflik yang kembali pecah di wilayah Rakhine, sejak pekan lalu. Namun dilaporkan tidak semuanya berhasil masuk ke wilayah Bangladesh.
Sejauh ini, badan pengungsi PBB UNHCR melaporkan, sekitar 58.600 warga Rohingya melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, demi menghindari konflik yang kembali pecah di wilayah Rakhine, sejak pekan lalu. Namun dilaporkan tidak semuanya berhasil masuk ke wilayah Bangladesh.

Post a Comment

 
Top