GuidePedia

0

Lampung (7/9) - Ketua Umum DPW PKS Lampung Ahmad Mufti Salim mengatakan bahwa keberadaan tim pendamping sangat penting. Bahkan menurutnya, saking pentingnya jika jadwal pendampingan yang sudah disiapkan kemudian ada agenda lain maka agenda lain tersebut yang ditunda.
Selain itu, alumni Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta itu pun mengingatkan tentang pentingnya kesepakatan-kesepakatan pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Maret 2017 lalu. Kesepakatan tersebut diantaranya adalah kegiatan harus terdistribusi hingga ke level PKS ditingkat ranting.
“Setelah berjalan setahun, Rakorwil yang dilakukan Maret 2017 lalu menyepakati kegiatan di PKS Lampung yang berbasis indeks kinerja umum harus dipastikan lebih menyentuh ke masyarakat sehingga aktivitas struktural lebih ditekankan di lini terbawah atau ranting (desa),” tutur Mufti pada Senin (4/9) di GSG PKS Lampung.
Arahan tersebut disampaikan Mufti di hadapan 70-an anggota tim pendamping yang akan bekerja menggeliatkan pengurus PKS tingkat ranting atau desa se-Lampung.
Oleh karena itu, menurut Anggota Komisi V DPRD Lampung ini, tim pendamping tersebut berfungsi bagaimana kegiatan yang akan menyentuh lini terbawah di ranting dapat berjalan optimal sesuai dengan target organisasi.
Tentang bagaimana formula agar kegiatan-kegiatan pendampingan berjalan secara efektif disesuaikan dengan kondisi kedaerahan. Kegiatan pendampingan dapat dilakukan melalui metode tatap muka, artinya turun ke masing-masing kota/kabupaten se-Lampung menjumpati pengurus dan kader PKS daerah atau cukup terkoneksi dengan jaringan sistem informasi yang selama ini dibangun atau kombinasi keduanya.

Post a Comment

 
Top