GuidePedia

0

Wakil Ketua Majelis Syura PKS Hidayat Nur Wahid menekankan semangat Ramadhan sebagai bulan pembentuk karakter kejujuran dan sifat amanah. Hal ini ditekankan doktor lulusan Madinah ini dalam khutbah Idul Fitri di Masjid Ni'matul Ittihad, Jl. Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2019).
Allah SWT telah menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai musim kebaikan untuk meraih kebaikan sebanyak-banyaknya. Banyak kaum Muslimin yang berlomba-lomba memperbanyak berbuat kebajikan dengan berbagai macam variasinya.
Maka di hari yang mulia ini, Allah berikan ganjaran dan pahalanya. Di hari ini ada yang diampuni dosanya, diterima amal ibadahnya, da nada yang dijamin pembebasan dirinya dari api neraka.
Akan tetapi, Hidayat mengingatkan, ternyata ada juga di antara manusia yang lalai dalam memanfaatkan mementum kebaikan ini. "Ada yang masih larut dalam kealpaan, terkungkung dalam kemaksiatan dan terjerat hawa nafsu. Sesungguhnya Allah SWT Maha Menerima tobatnya orang-orang yang bertobat. Maka bertobatlah segera kepada Allah SWT," papar ulama alumni Pondok Pesantren Gontor ini.
Bulan suci Ramadhan dan ibadah puasa merupakan sebuah latihan pembentukan karakter. Sejak diperintahkannya ibadah puasa dan Allah kabarkan bahwa puasa ini juga diperintahkan pada umat terdahulu agar orang-orang beriman pada setiap zamannya memilki karakter yang sama, yaitu karakter orang yang bertakwa.
"Dalam bulan suci Ramadhan dapat dengan mudah kita melihat karakter lahiriah orang-orang beriman yang sedang berusaha memenuhi kapasitasnya menjadi orang yang bertakwa dengan berbagai amaliah ibadah dan kebaikan," papar dia.
Namun, ungkap dia, ada karakter batiniah yang justru sangat erat dengan diterimanya ibadah puasa seorang hamba. Diantara karakter itu adalah jujur dan amanah. Jujur dan amanah dalam berpuasa sangat penting. Karena dalam menjalankan puasa, hanya Allah SWT dan yang menjalankan yang tahu bahwa ia benar-benar sedang berpuasa.
"Bisa saja ada orang-orang di sekitar kita yang ikut sahur dan berbuka puasa bersama kita , namun di tengah puasanya kita tidak tahu apakah ia benar berpuasa atau tidak. Orang inilah yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai orang yang rugi karena yang ia dapat dari puasanya hanyalah lapar dan haus," urai Wakil Ketua MPR RI ini.
Hidayat menuturkan, orang-orang yang beriman dan bertakwa diperintahkan oleh Allah SWT untuk memperlihatkan ketakwaan dalam dirinya untuk selalu berkata benar dan jujur. Serta memastikan dirinya untuk senantiasa berada dalam komunitas atau kelompok orang-orang yang benar dan jujur.
"Kejujuran, perkataan yang baik dan benar memiliki hubungan dengan diterimanya puasa seseorang oleh Allah SWT atau tidak," papar Hidayat.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

Post a Comment

 
Top