GuidePedia

0



Menjadi saksi pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di tempat yang aman itu hal biasa, namun bagaimana kalau menjadi saksi di tempat yang menjadi kawasan karantina atau isolasi pasien Covid - 19? Tentu saja sebagian orang akan berfikir seribu kali untuk bersedia.

Namun tidaklah demikian bagi Hunaya, kader milenial dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon. Gadis berkacamata ini bersedia bahkan berani masuk ke ruangan meskipun awalnya sempat diingatkan oleh tim agar tidak perlu masuk.

Hunaya menjadi saksi di TPS 007 di Hotel Trans, Kelurahan Kalitimbang, Kecamatan Cibeber. Kawasan ini merupakan tempat isolasi pasien Covid - 19. Hunaya menceritakan saat dirinya berada di lokasi. 

Kata dia, aturannya berbeda dengan di TPS lain karena harus ketat mengingat tempat tersebut adalah ruang isolasi pasien Covid - 19. "Karena berada di tempat isolasi pasien Covid - 19 jadi harus pakai APD lengkap, menjaga jarak dan ketat deh," katanya.

Ketika ditanyakan rasanya menggunakan APD lengkap, Hunaya mengatakan terasa panas apalagi ia harus memakai double. "Wah, rasanya panas banget dan saya baru merasakan bagaiamana para dokter memakai APD setiap hari, ga kebayang deh," kata Hunaya.

Hunaya sendiri merupakan alumni SMA Palas Kota Cilegon dan lulus tahun 2019. Meskipun masih muda tetapi nyali dan semangat serta militansi untuk menjaga suara layak mendapatkan apresiasi. Seperti diketahui, Hunaya menjadi saksi pasangan Helldy Sanuji yang diusung PKS dan Partai Berkarya.

Hunaya sebelumnya juga tahu bahwa TPS yang akan dijaga merupakan kawasan isolasi pasien Covid - 19. "Disana ada dua ruangan dan saya masuk," kata Hunaya. Ia menuturkan bahwa di lokasi hanya ada dirinya yang menjadi saksi selebihnya adalah pasien Covid - 19 yang akan menunaikan hak suaranya dan petugas KPPS.

"Awalnya saya tidak tahu bahwa mereka (Pasien Covid - 19) akan memilih juga," katanya. Hunaya mengaku perasaanya biasa - biasa saja saat mendapatkan perinah bahwa dirinya ditugaskan di TPS Kawasan Isolasi pasien Covid - 19. "Biasa saja, saya cuma yakin saja sama Allah SWT akan baik - baik saja," akunya.

Hunaya masuk ke Hotel Trans yang menjadi kawasan isolasi pasien Covid 19 sekira jam 12 siang hingga 14.30 WIB. "Sampai di hotel saya langsung mendapat arahan terkait prookol kesehatan dan langsung ke ruangan Wisma A dan B karena disitu pelaksanaan pencoblosannya," terang Hunaya.

Jam 14.30 WIB Hunaya menyempatkan pulang ke rumah lalu balik ke TPS tersebut untuk melihat penghitungan suara. "Sempat pulang dulu lalu mandi dan balik lagi ke TPS untuk melihat penghitungan suara," katanya.  (DBS)

Sumber : http://www.bantenperspektif.com/2020/12/cerita-kader-milenial-pks-yang-menjadi.html

Post a Comment

 
Top